Memimpin Adalah Mendengar dan Mengemban Suara Hati Nurani Rakyat

Categories: Berita


Kang Deny, melalui masa kecil di Jalan Inhoftank, kawasan Blok Desa, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Melalui masa remaja di kawasan Haji Kurdi, kawasan Karasak, Astana Anyar.

Yang tak pernah dilupakan Ir Deny Zaelani tentang dua kawasan ini adalah, tak banyak berubah. Tetap padat, sempit dan belum banyak berbenah.

“Saya kenal betul daerah ini. Hingga ruang sempitnya. Juga yang kumuh dan tempat menimbun sampah,” katanya ketika bertemu dengan para tetangga dan teman-teman masa kecilnya.

“Saya bekerja sebagai city planner. Merancang kota-kota di Indonesia. Prinsip kerja kami, para perencana kota, semua sama, yaitu menjadikan setiap kota layak huni dan memberikan kenyamanan warganya,” kata Kang Deny.

Melihat perkembangan Kota Bandung, Kang Deny akhirnya menguatkan tekad. “Ya, akhirnya saya harus memulai dengan Bismillah, jika Allah SWT berkehendak saya bisa memberikan yang terbaik buat Kota Bandung, Insya Allah akan saya jalankan dengan baik. Saya akan ikhlaskan hati untuk melayani teman-teman saya, tetangga, kenalan dan siapapun warga Kota Bandung, jika diberikan amanah memimpin kota ini,” kata Kang Deny.

“Saya mendengar betul suara hati nurani rakyat Kota Bandung. Bukan hanya saat ini, tapi hampir separuh lebih usia saya,” demikian kata Kang Deny, tentang tekadnya mengabdi sebagai pemimpin Kota Bandung,

Insya Allah, amin.

Leave a Reply