Mengunjungi Ma’ Las, yang Berdelapan Tinggal di Rumah 4×5 Meter

Categories: Berita,Uncategorized



Kang Deny, yang kini sudah menjadi “tukang” insinyur planologi, sangat mengenal daerah Lengkong. Termasuk Kelurahan Cikawao, Kota Bandung. 

Ir Deny Zaelani adalah alumnus SMA Negeri 7 Kota Bandung, yang berada di kawasan itu. Saat SMA itulah KangDeny sudah sering blusukan. Bukan hanya jalan besar. Tapi juga gang-gang di kawasan itu, sebagian besar masih diingat jalurnya. Termasuk, gang sempitnya.

Salah satunya, gang sempit seukuran setengah meter yang ada di RW 03. Ada beberapa rumah kecil yang di dindingnya masih terbuat dari papan kayu.

Di tempat itu, tinggal wanita yang sudah berusia 70-an tahun. Orang-orang di sekitar memanggilnya Ma’ Las.

Kemarin malam, Kang Deny mengunjungi Ma’ Las, yang tinggal di rumah seukuran 4×5 meter persegi bersama anak lelakinya, menantu dan cucunya, sedang dalam kondisi sakit-sakitan.

Ada delapan jiwa di rumah sempit itu. Tempat tidur, atas-bawah digunakan bergantian. Satu-satunya hiburan, sebuah televisi tua menempel dekat dinding. Lemari dan beberapa perlengkapan penyimpanan barang. Bertumpuk.

Kepada Kang Deny, Ma’ Las dan anak lelakinya bercerita tentang kehidupan mereka selama bertahun-tahun di rumah itu.

Tentu, yang sangat diharapkan adalah bantuan perbaikan. Utamanya, kamar mandi dan WC.

Ya, keluarga ini dan tetangga kanan-kirinya, tak memiliki kamar mandi sendiri. Bergantian mereka menggunakan kamar mandi yang juga WC umum. Sempit dan gelap.

Kang Deny, memberikan bantuan sembako untuk sekedarmenopang kebutuhan keluarga Ma’ Las. Tentang kamar mandi umum, termasuk hal lain, Kang Deny menegaskan bahwa ini akan menjadi tanggungjawab dan amanahnya, untuk maju dalam pemilihan Walikota Bandung.

“Bagi saya, ini adalah amanah dan tanggungjawab untuk memimpin Koto Bandung. Saya sangat perlu menemui dan mendengar langsung dari warga, yang saat ini mungkinbelum beruntung secara ekonomi, agar menjadi bagian dari program prioritas saya, jika kelak, Insya Allah diberikan amanah memimpin Kota Bandung,” kata Kang Deny.

“Saya meniatkan diri maju dalam Pilwalkot Bandung, dengan Bismillah dan semangat melayani warga. Menjadi sangat perlu bagi saya untuk mendengarkan suara warga dengan hati nurani, agar apa yang diinginkan warga kota bisa terpenuhi,” kata Kang Deny, tegas!

(png)

Leave a Reply