Cerita Makan Siang Calon Walikota di Bawah Pohon yang Rindang

Categories: Berita


Cuaca agak panas di sekitar Jalan Ramdan, Kota Bandung. Usai sholat Jumat, jalanan masih sepi. Waktunya jam makan siang. Beberapa tempat makan di sekitar kawasan itu, ramai.
Sebuah warung kecil, tak terlalu ramai. Beberapa orang pekerja, sedang menikmati makan siang. Salah satunya, Ir Deny Zaelani, kader Partai Hanura yang sedang bersiap maju menjadi Calon Walikota Bandung dalm Pilkada Kota Bandung 2018.

“Apa kalau kita mau jadi calon walikota, trus ngga boleh makan di pinggir jalan seperti ini?” kata Kang Deny sambil tertawa menjawab kekagetan orang di sebelahnya yang bertanya: kok calon walikota makan di pinggir jalan?

“Ini warung langganan saya sudah lama. Saya kenal pemiliknya, dan mereka juga kenal saya. Saya rekomendasikan, makanan dan menu di sini spesial. Persis menu makanan di rumah. Ada sayur lodeh, tempe goreng, ikan asin. Lezat dan sehat,” kata Kang Deny berpromosi.

Ya, hari itu, Kang Deny ada urusan di sekitar Jl Ramdan. Di daerah ini, banyak warga yang sudah mengenal dan akrab dengan Kang Deny. “Saya pernah tinggal di sini saat masih muda. Kerja sambil kuliah,” kata Kang Deny.

Karenanya, meski setelah puluhan tahun Kang Deny sudah berhasil “menjadi orang”, tidak menjadikan Kang Deny lupa dengan perjalanan hidup dan orang-orang yang dikenalnya.

“Jabatan dan kekayaan itu amanah. Kalau membuat kita lupa diri, apalagi sampai menjaga jarak dengan teman-teman kita, ya itu sama saja dengan kita menghancurkan diri sendiri,” kata Kang Deny.

“Saya meniatkan diri maju menjadi calon walikota Bandung, ini karena menjaga amanah. Banyak hal yang sudah baik di Kota Bandung ini. Karenanya, saya harus menjaga dan mengembangkannya sebaik mungkin. Untuk siapa? Ya, untuk seluruh warga Kota Bandung. Untuk seluruh lapisan. Dari bawah sampai atas. Jangan kita lupakan yang bawah, saat kita ada di atas. Percayalah, Allah selalu mengawasi dan melihat niat kita. Kalau kita ikhlas, masyarakat akan menerima,” kata Kang Deny, sambil menikmati makan siang dengan sayur lodeh, tempe goreng, ikan goreng, sambal pedas, di bawah pohon rindang kota Bandung.

Teduh dan sederhana…

One Response to "Cerita Makan Siang Calon Walikota di Bawah Pohon yang Rindang"

  1. Asep Suherman Posted on 09/08/2017 at 6:17 pm

    Ka cicadas iraha kang??

    Selama ini PKL cicadas teu acan kajamah ku kang emil atanapi kang oded.
    Manawi kang deny mah tiasa.,,
    Supados cicadas teh katinggal teu kumuh teuing.

    Salam Planologi Unisba.

Leave a Reply